Jumat, 30 Januari 2015

Ketika CINTA menyapa

Makassar, 2015-01-29


Saya menulis ini, bukan karena saya terlalu fanatik dengan CINTA, TAPI saya hanya ingin menumpahkan segenap perasaan yang pernah saya alami sendiri., yang menurut saya ini adalah hal yang luar bisa yang di sepanjang 19 tahun hidup saya. Saya betul-betul merasakan semua perubahan itu, kalian mungkin tidak tahu dulu sebelum cinta menyapa saya hanya seorang remaja cuek yang tidak mau tahu dengan hal apapun itu yang membuatku berfikir hanya sandiwara hidup. Terkadang saya muak dengan cerita-cerita mereka yang membuat otak saya kaku.

Sebagaian dari remaja wanita mungkin pernah merasakan hal yang sama dengan apa yang saya rasakan saat itu, sepertinya saya adalah orang yang paling merugi jika tidak mempublikasikan moment-moment krusial yang menurut saya pribadi adalah hal yang paling terindah dari apapun yang kalian anggap indah. Buktinya kenangan itu masih lengkap dan masih sangat jelas tergambar di dalam memori saya hingga sampai detik ini setelah 5 tahun kini telah berlalu.

Akhirnya saya berfikir untuk menyederhanakan kenangan itu agar bisa kalian terima dan saya berharap kalian bisa mencocokkan sendiri dengan apa yang mungkin pernah atau sekarang kalian alami.

Saya adalah salah satu dari sekian remaja yang menjadi korban dari cinta pertama, ingat, Ini cinta pertama ya, bukan cinta pada pandangan pertama. Cinta pertama yang membuat saya mengerti makna dari sisi romantisme hidup, banyak hal-hal aneh yang sama sekali bukan cerminan pribadi saya ketika itu. Waktu itu saya mengenal dia lewat telfon/hp, singkatnya hanya melalui suara, tanpa sekalipun memperhatikan seperti apa wajahnya, postur tubuhnya, warna kulitnya atau apapun itu yang menjadi prioritas utama sebagian remaja kala ditembak seorang cowok. Nah, ini adalah keanehan pertama yang saya alami waktu itu, setelah 3 tahun terikat kontrak dengan kawan2 se_Gank untuk tidak akan pernah membuka hati kepada pria manapun alias pacaran. Namun apa daya peraturan itu saya langgar hanya untuk seorang pria yang tak berwujud. Keanehan kedua, Malam itu saya mendapatkan pengalaman baru yakni untuk pertama kalinya menerima telfon dari pria asing, dan setia berbagi cerita lebih dari 2 jam non stop walau menggunakan hp pinjaman sepupu. Saking asiknya saya sampai lupa jati diri saya selama 3 tahun bersarang dan saya pertahankan bahwa saya tidak akan pernah percaya omongan laki-laki meski harus bersujud sekalipun. Entah kalian mau menyebut ini sebagai karma atau kutukan sekalipun, ini benar-benar realita yang telah tuhan goreskan di balik garis halus telapak tanganku.

Rasanya waktu berjalan begitu lambat, kata per kata yang keluar dari mulutnya sekiranya mampu menambal setiap kekosongan hatiku yang tak pernah terjamah oleh manusia siapapun. kalian tahu, ini lebih indah dari langit senja, lebih indah dari irama rintik hujan, lebih indah dari nyanyian ombak, lebih indah dari kicauan burung dilangit lepas. Suatu energi baru seperti merasuki setiap organ tubuhku yang telah lama kaku, kurasakan juga kehadiran sinar terang yang seolah menyinari gelapnya lorong waktu yang kutempuh sendiri, ajaib memang, tapi sungguh inilah yang aku rasakan saat itu.

Entah bagaimana bisa semua keajaiban itu mampu membawaku terbang, terbuai dalam alunan nada-nada indah yang merasuki jiwaku lewat hembusan angin malam butta panrita lopi, sekilas terbayang jelas bagaimana raut wajahnya meski aku sendiri tidak yakin dengan skema yang muncul secara spontan itu. namun, aku bisa merasakan detakan demi detakan jantungnya yang seakan seirama dengan detakan jantungku.

Kami terbuai begitu dalam dengan alunan asmara yang seolah menjadi sountrack prosesi jadian kita, meski hanya dengan sebuah kalimat sederhana yang sempat terlintas dengan dialeg khasnya “ku sukaki, maujaki jadi pacarku ? “, mampu membuat saya gugup dan kehilangan radar, langsung saja rohku melayang berbaur dengan kalimat itu. ku telaah huruf demi huruf, kata demi kata, hingga ku temukan sebuah jawaban yang rasanya pantas aku lontarkan, bukan jawaban iya atau serius ? , yang menjadi tamengku, namun saya balik bertanya dengan perasaan campur aduk layaknya gado-gado yang isinya bermacam-macam. Bahagia, kaget, terharu, marah melebur menjadi satu. Semuanya memuncak menekan aliran nafasku. Bagaimana mungkin ini terjadi ? dia begitu kesatria mengungkapakan apa yang dia yakini setelah beberapa jam berlalu melihatku. Pertanyaan yang sekaligus menjadi jawabanku itu sontak membuatnya kaget, “kenapa bisa kita sukaka, tidak pernahki ketemu ? “, dengan cekatan dia menjawab, karena pintarki, karena baik ki, karena kusukaki waktuta kuliat depan rumah “. Hah ? jantungku rasanya berkontraksi 1000x lipat dari biasanya, bagaimana mungkin jawaban se aneh itu bisa dia ucapkan secara spontan pula? Apakah hanya karangan atau hanya rayuan belaka aku juga tidak tahu pasti. Mungkin karena mengerti mengapa saya terdiam, dia melanjutkan jawaban konyolnya bahwa sebelumnya dia telah mencari tahu semuanya lewat tanteku. Pria macam apa dia, dengan umur yang masih 17 tahun, bisa seberani itu melakukan hal-hal yang memang itu konyol, 100% konyol.

Detik demi detik terlewatkan dengan dramatis, ini lebih sulit dari ujian akhir nasional yang baru saja kulewati 2 minggu yang lalu. Semuanya berfokus kepada kehidupanku esok hari, akankah saya mengiyakan atau menolaknya mentah2. Beberapa menit kemudian, dia kembali bertanya jawaban apa yang akan aku katakan. Bagaimanaji jawabanta ?, menjadi pertanyaan selanjutnya. Saya hanya bisa meminta waktu 9 menit untuk menormalkan aliran nafasku yang sedari tadi kronis stadium akhir. Hingga pada akhirnya jawabanku keluar dengan begitu lantangnya tepat pada pukul 21:00 yang juga menjadi angka bersejarah di sepanjang petualanganku. “Iya, mauja “, menjadi jawaban tersingkat dari pertanyaan rumit yang pernah aku hadapi. Tiba-tiba suara keras merasuki lorong telingaku, dan ternyata suara itu berasal dari hentakan kakinya yang melompat kegirangan. Dia berteriak “yes” seolah meluapkan semua kebahagiannya.

Keputusanku untuk menerima dia sebagai orang pertama di hatiku memang sangatlah mendadak, tapi rasanya keyakinan itu memenuhi logikaku. Setelah resmi jadian, dia menghadiahku sebuah kalimat indah, sebuah kalimat yang dia titipkan lewat hembusan angin malam yang masuk melalui celah jendela kamarku. Kalian mau tahu apa yang dia ucapkan ?, “Angin, antarkan rasa sayangku ini, agar mampu menghangatkan seorang  kesayanganku “, saya hanya bisa tersenyum manis bak seorang miss world yang menuai pujian sejagad raya. Kita bahagia bersama, dalam balutan romansa asmara yang baru saja di panahkan sang dewi cinta.

Hari demi hari berlalu dengan penuh suka cita, bersama melangkah mengukir jejak diatas hamparan pasir putih, bersama menikmati damainya langit senja, menjelajah hari-hari bulan april berdua. Semua yang tercipta selalu berhasil menorehkan jejak indah, mulai dari pertemuan dibalik jendela, boneka winnie the pooh, hadiah lagu dari armada “ buka hatimu “ yang selalu setia menjadi penutup hariku, sampai lemparan batu yang dia terima dari suami tanteku karena memergoki kami berdua  saling menyapa. Hahaha..

Bagaimana dengan pengalaman asmara kalian? Apakah ada kesamaan alur?, jika iya apakah kalian masih mengenangnya sampai sekarang?,
Percayalah, CINTA pertama selalu berhasil membuat hidup kalian lebih berwarna. OK !!

“ Rahma “

Aku mengenalmu :)



Makassar, 28 Jan. 15
Aku mengenalmu ..

Aku mengenalmu lewat bisikan alam yang telah berjanji akan mempertemukan kita, diantara riuhnya ombak, di antara birunya angkasa, diatas hamparan pasir putih yang kelak kita jejaki berdua. Kau bawaku berlari melintasi ruang waktu hingga akhirnya tiba di suatu istana yang telah kau desain dengan begitu indahnya.

Aku mengenalmu dengan cara yang tak biasa, kau datang menaburkan benih-benih cinta di hamparan hatiku yang tandus, sekejap mengisi setiap celah kekuranganku, membentangkan sayap impianku yang tak pernah sekalipun kukepakkan. . .

Aku mengenalmu lewat tatapan manis di balik jendela matamu, dari setiap bait lagu yang kau lantunkan untukku di saat senja tiba. Bait-bait yang selalu berhasil memanjakanku bak seorang putri, memekarkan senyumku, membawaku ke alam yang lebih indah dari yang pernah  kubayangkan. rasanya, akulah yang paling bahagia di kala itu. radarku tak pernah berhenti walau sedetikpun, aku bahkan bisa merasakan dengan jelas kehadiranmu, setiap hembusan nafasmu, setiap debaran jantungmu, setiap langkah kakimu yang berjalan menghampiriku.

Aku mengenalmu dari sekuntum bunga yang kau berikan tepat di hadapanku, kau begitu lugu bersimpuh, menyajikan aroma cinta yang lebih nikmat dari apapun, kau tak kuasa menahan kalimat yang sedari tadi kau rangkai dari setiap keselarasan hati dan fikiranmu. Puncaknya kalimat yang kau sebut-sebut sebagai jimatmu itu berhasil membuatku terdiam, aku tidak bisa merasakan hembusan nafasku yang sedari tadi menikmati wangi aroma bunga di tangan kananmu. rasanya bumi berhenti ber_rotasi, angin yang baru saja menebarkan senyummu pun berhenti berhembus, seketika pohon-pohon yang tadinya begitu riuh, juga perlahan diam, daun yang berguguran tiba-tiba berhenti sebelum jatuh menyentuh tanah. Mereka begitu antusias menjadi saksi pernyataan mu yang baru saja kau selipkan tepat di relung hatiku.

Aku mengenalmu, dari hati yang sangat tulus yang tuhan titipkan kepadaku, dan pada akhirnya hati itu ku persembahkan jua kepadamu, dan aku ingin agar kau tetap mengenalku sampai kapanpun, karena hati kita yang telah bersatu, karena ketulusanku yang telah seutuhnya kau miliki, dan ingin ku pastikan agar engkau selalu mencariku di balik lantunan nada-nada indah “ Buka hatimu “.

Percayalah, aku benar-benar mengenalmu !..
AKU mengenalmu
Selalu mengenalmu