Ujung pandang, 22 februari 2015
TUHANKU YANG BAIK
Tuhan,
engkau memang baik,
engkau memang baik,
Bahkan lebih dari baik
setiap kali jiwaku tumbang, engkaulah yang menguatkan
setiap kali jiwaku tumbang, engkaulah yang menguatkan
Setiap kali batinku menjerit, engkaulah mendamaikan
Bagiku
Engkau bukan hanya sekedar tuhan,
Kau adalah ibu, ayah, sahabat, sekaligus kekasih BAHKAN lebih dari
itu
Sungguh,
Kau lebih dari apapun di sepanjang hayatku
Saat aku meminta biji, engkau memberiku buah
Saat aku hanya meminta kerikil, kau memberiku berlian
Saat aku hanya meminta muara, engkau memberiku samudra
Aku hanya meminta perca , engkau memberiku sutra
Kau selalu sigap menantiku di pintu-pintu darurat
Kau selalu sabar menantiku dalam lupa
Kau selalu tegar menugguku rohku kembali
Kau penyejuk kala melihatku terlahap amarah
Kau setia menemani langkahku meski aku tak pernah meminta
Sehatku, lapangku, mudaku, cukupku, bahkan matiku kau jamin walau
sering ku tenggelam dalam dosa
Sementara ,
Aku tak punya apapun untuk membalasmu
Jangankan untuk menyantuni anak yatim, untuk bersedekah senyumanpun kadang2
Jangankan shalat sunnah, dhuha, atau tahajjud. Shalat wajib 5 waktupun
begitu berat
Jangankan mengindahkanmu dalam tasbih, syahadat, atau doa. Mengingatmu
pun jarang
Jangankan menyempatkan mentadabburi al-quran, bila nyatanya aku terlalu terlena dengan nyanyian
dunia
Tuhanku yang baik,
Masih Pantaskah engkau memberianku rahmatmu?
Masih pantaskah aku menerima rezekimu ?
Masih pantaskah engkau menjaminku jannah?
Masih pantaskah aku menjalani bahagiamu ?
Masih pantaskah aku memintamu memberiku ini, itu, semuanya??
Siapa aku?
Hah, apa lagi yang akan aku andalakan dari manusia hina sepertiku?
Tuhanku yang baik,
Hanya engkau, tempatku kembali !
